Ada sebuah hadits yang sudah saya dengar cukup lama, kurang lebih di tahun 1998 saya mendengar hadits ini. Inilah hadits tersebut :
Dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Ada tujuh golongan yang bakal dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, Pemimpin yang adil, Pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah), Seseorang yang hatinya bergantung kepada masjid (selalu melakukan shalat berjamaah di dalamnya), Dua orang yang saling mengasihi di jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, Seseorang yang diajak perempuan berkedudukan dan cantik (untuk bezina), tapi ia mengatakan: “Aku takut kepada Allah”, Seseorang yang diberikan sedekah kemudian merahasiakannya sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang dikeluarkan tangan kanannya, dan Seseorang yang berdzikir (mengingat) Allah dalam kesendirian, lalu meneteskan air mata dari kedua matanya.” (HR Bukhari)
Hadits ini cukup dan sangat jelas untuk kita mengerti. Bahwa kan ada 7 golongan yang Allah SWT akan memberikan naungannya. Dalam golongan-golongan tersebut ada satu yang membuat saya menulis kali ini. yaitu golongan “Pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah)“.
Dari sekian banyak golongan, dalam hadits tersebut Rasulullah menjadikan pemuda sebagai salah satu golongan tersebut. Mengapa? inilah yang membuat saya juga bertanya. Mungkin bisa kita refleksikan di zaman-zaman sebelumnya. Bagaimana peran pemuda dalam zaman tersebut.
Di zaman Rasulullah ada seorang pemuda yang menjadi panglima perang ditengah sahabat-sahabat senior, beliau adalah Usamah bin Zaid. Peperangan yang dipimpinnya memberikan kemenangan untuk umat muslim.
Lalu Imam Syahid Hasan Al-Bana pun pernah mengatakan “Sejak dulu hingga sekarang, pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya. Dalam setiap pemikiran, pemuda adalah pengibar panji-panjinya”.
Bahkan Presiden pertama Indonesia Soekarno sepaham dengan Imam Syahid Hasan Al-bana dengan mengatakan “Berikan saya Sepuluh Orang Pemuda, maka akan saya gemparkan dunia”.
Sebegitu hebatnya pemuda, hingga Rasulullah mengirimkan seorang Usamah bin zaid dalam sebuah pertempuran. Lalu sangat yakinnya Hasan Al-Banna dan Soekarno dengan para pemuda untuk menjadi perubahan.
Lalu bagaimana kita sebagai pemuda saat ini? Saya mulai bertanya, pemuda perubahan itu siapa? apakah pemuda yang selalu mefoya-foyakan hidupnya? Apakah pemuda yang larut dalam pergaulan yang kebablasan? Apakah pemuda yang mengagung-agungkan free sex? Apakah pemuda yang sakau dengan narkotika dan obat-obatnya? Apakah pemuda yang senantiasa bermaksiat kepada Allah?
Jawaban itupun ternyata terjawab sudah oleh hadits Rasulullah yaitu “Pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah)“.
Semoga kita menjadi pemuda tersebut sehingga kita menjadi agen-agen perubahan yang ke arah lebih baik untuk negeri dan umat ini. Amin. Wallahu a’lam.


Semoga yang capek-capek di Cibodas kemarin termasuk dalam beberapa golongan dari 7 golongan di atas, termasuk antum
Gimana, akh … masih pegal-pegal gak badannya?
lah antum ada jg kah? klo ada, ngga engeh ane..
masih pegel, tp dipaksakan beraktivitas klo ngga malah tambah pegel..
Selalu ada Hudzaifah dalam setiap zaman ho ho ho *mimpi dikeplak baru sadar* … becanda, ding akh.
Tadinya lupa-lupa ingat kalo itu antum, tapi seiring berjalannya waktu jadi yakin kalo itu benar-benar antum. Tadinya mo nyapa, tapi khawatir membuka penyamaran #eh … maksudnya merusak suasana mukhoyam antum he he he.
hahahaha…
kelompok apa antum akh?
ya klo tw ya tegor atuh… kan seneng bisa kenal lebih dekat
Umar dong … tapi bukan briptu kul lho ya ha ha ha …
Iya next time lah, tetap semangat. Kapan-kapan pingin belajar ilmu beternaknya
ya Allah, cuma beda 3 kelompok dr barisan ane…

hmmm…
yuk main ke d’kandang..
Barakallah fikum..
Amin..
Siapa satria itu?
Hu … aku!
Hu … aku!
Siaaaaap …!
Hu hu … aku!
Allahu akbar!!!
Aamiin ya Rabb. Barokallahu fikum, see you