Ketika bumi ini tidak lagi berputar, gunung-gunung berterbangan bagaikan kapas yang tertiup, matahari dan buln mulai tak mengenal jalur yang sering merka lalui, dan alam mulai bekerja seperti bukan kebiasaannya
Saat itulah manusia dan makhluk-makhluk hidup mulai hiruk pikuk, mereka tak tahu kan pergi dan bersembunyi dimana.
Saat itulah pintu taubat untuk manusia kan tertutup dan tanda-tanda itu kian nyata mendekati waktunya.
Saat itulah manusia keluar dari kuburnya dengan keadaan yang bermacam-macam.
Saat itulah awal kehancuran hidup dunia menuju hidup yang sebenarnya (akhirat).
“Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mengluarkan beban-beban berat (yang dikandungnya), dan manusia bertanya: Mengapa bumi (jadi begini)?, pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan kepadanya, pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka, barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun niscaya dia kan melihat (balasan) nya, dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula” (Q.S Al-Zalzalah)
Sudah berapa banyak amal yang sudah diinvestasikan untuk kehidupan yang sebenarnya (Akhirat)?
sudahkan kita mempersiapkan untuk berjumpa dengan kampung halaman tercinta kita (Surga)?
Ingatlah, kita semua kan mati dan akan melewati pintu masuk ke alam barzah yaitu alam kubur.
Sungguh tak ada kekuatan dan pertolongan kecuali amal, shodaqoh, dan anak yang shaleh yang selalu mendo’akan kita.
Beri Nilai Artikel Ini :
















